Erick Thohir Rini Soemarno
Erick Thohir Rini Soemarno
Langkah Menteri BUMN Erick Thohir mencopot semua pejabat eselon I di kementeriannya, mendapat acungan jempol. Alasannya karena hal ini dinilai sebagai upaya awal dari gebrakan yang sedang dilakukan Erick, di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Ini menunjukkan ada perubahan besar yang ingin dilakukan Erick Thohir. Jadi ada perbedaan yang ditunjukkan, dibandingkan yang sebelumnya dilakukan Rini Soemarno,” kata mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, kepada kumparan, Selasa (19/11).
Said Didu menjabat eselon I di Kementerian BUMN pada periode 2005-2010. Dia menjabat Sekretaris Kementerian BUMN, saat posisi menteri berganti di antara tiga orang yakni Soegiharto, Sofyan Djalil, dan Mustafa Abubakar.
Menurut Said, ada empat persoalan besar di BUMN yang terjadi di periode Rini Soemarno, sedang dicoba dibereskan oleh Erick. Hal ini membuat Erick Thohir harus melakukan perombakan.
“Jadi persoalannya itu melonjaknya utang BUMN, banyaknya BUMN yang kesulitan cashflow, tingginya intervensi pemerintah ke BUMN, serta perombakan direksi dan komisaris BUMN yang dilakukan seenaknya,” papar Said.
Dia menambahkan, perombakan direksi dan komisaris sebelumnya tidak dilakukan secara transparan atas penilaian kinerja. Hal itu melanggar prinsip good corporate governance (GCG), yang seharusnya dijunjung Kementerian BUMN.

“Jadi saya maklum kalau Erick Thohir melakukan perombakan besar. Dan ini juga (terbilang) cepat,” ujarnya.
Tapi dia mengingatkan, perombakan ini baru langkah awal. Masih harus diikuti dengan langkah perbaikan selanjutnya oleh Erick Thohir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here