ISIS mengakui jika pasukan Amerika Serikat telah membunuh pemimpinnya Abu Bakar al-Baghdadi dalam serbuan di Suriah beberapa waktu lalu. Untuk menggantikan Al-Baghdadi mereka juga telah menunjuk sosok pemimpin baru untuk menggantikan Baghdadi.
Pengakuan itu diumumkan ISIS lewat medianya, Al-Furqan Foundation. Dalam rekaman suara pengumuman itu, disebut pengganti al-Baghdadi adalah Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurayshi. Sama seperti pendahulunya, al-Qurayshi dipilih karena dianggap punya pertalian darah dengan Nabi Muhammad.
“Dewan Syura segera berkumpul setelah mengkonfirmasi syahidnya Syeikh Abu Bakar al-Baghdadi. Pemimpin mujahidin setuju setelah berkonsultasi dengan saudara-saudaranya dan mengikuti wasiat (Baghdadi), mereka berbaiat kepada Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurayshi sebagai pemimpin baru,” kata juru bicara ISIS yang baru, Abu Hamza al-Qurayshi seperti dikutip dari AP, Jumat (1/11).
Sekadar informasi, juru bicara ISIS terdahulu Abu Hassan al-Muhajir tewas dalam serangan Amerika Serikat di Jarablus, kawasan utara Suriah, tidak lama setelah al-Baghdadi tewas.
Tidak dijelaskan latar belakang al-Qurayshi. Hanya disebutkan al-Qurayshi adalah pejuang yang dikenal sebagai emir of war’. Dia juga disebut pernah bertarung dengan tentara Amerika Serikat.
Sejumlah pakar juga tidak tahu sosok pemimpin ISIS yang baru itu. Hanya saja, ada dugaan al-Qurayshi bukan nama asli.
Sebelumnya, sumber intelijen regional kepada media AS, Newsweek, pada Minggu (27/10) mengatakan kemungkinan pemimpin ISIS saat ini adalah Abdullah Qardash alias Karshesh alias Hajji Abdullah al-Afari. Newsweek adalah media pertama yang melaporkan kematian Baghdadi dari sumber pemerintahan AS.
Qardash sendiri telah diangkat sebagai calon pengganti Baghdadi sejak Agustus lalu. Ketika itu, Baghdadi terluka akibat serangan udara pasukan Amerika di Suriah. Kesehatan Baghdadi juga dilaporkan menurun akibat diabetes dan tekanan darah tinggi.
Penunjukan Qardash ketika itu dirilis oleh media resmi ISIS, Amaq. Tidak banyak yang diketahui soal Qardash. Pria yang tidak diketahui usianya itu adalah bekas pejabat militer Saddam Hussein, dijuluki “Si Professor”.
Sumber Newsweek mengatakan, Qardash adalah salah satu penggerak dan perencana di tubuh ISIS. Sementara Baghdadi hanya merupakan simbol ISIS dan tidak terlibat dalam operasional kelompok militan itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here