Habib Rizieq terlengkap di kumparan.com
Habib Rizieq terlengkap di kumparan.com

Kepulangan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab menguat seiring isu rekonsiliasi Joko Widodo (Jokowi)-Prabowo Subianto. Politikus kubu Prabowo menilai ada portal yang dikendalikan pemerintah sedang menghalangi kepulangan Rizieq. Pemerintah justru heran terhadap isu itu.

Eks Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, adalah orang yang memantik isu. Lewat akun Twitter-nya, Dahnil mengaitkan rekonsiliasi Prabowo-Sandi dengan kepulangan Habib Rizieq.

“Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan kepada HABIB RIZIEQ kembali ke Indonesia,” tulis Dahnil dalam akun Twitter-nya, Jumat (5/7).

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko angkat bicara. Moeldoko mengatakan rekonsiliasi dilakukan untuk membicarakan masalah bangsa dan negara, bukan perseorangan.

“Jangan terjebak pemikiran pragmatis, nanti menjadi mengganggu sistem negara ini,” kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan pada hari yang sama.

Moeldoko berpandangan pemulangan Rizieq bukanlah syarat rekonsiliasi. Apalagi Rizieq pergi ke Arab Saudi juga atas niat sendiri, bukan atas niat pemerintahan Jokowi.

“Siapa yang pergi, siapa yang pulangin. Kan pergi (tinggalkan Indonesia) pergi sendiri, kok (minta) dipulangin, gimana sih? Memangnya kita yang ngusir? Kan nggak,” kata Moeldoko saat ditemui di Istana Bogor, Selasa (9/7).

Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani ikut menanggapi wacana rekonsiliasi bersyarat itu. Nada tanggapan Puan mirip dengan Moeldoko. Baginya, Habib Rizieq pergi ke Saudi atas niat sendiri. Maka, kalau ingin pulang, bisa dilakukan sendiri.

“Orang pergi sendiri, terus jadi kita harus yang minta pulang?” ujar Puan di Istana Bogor, Selasa (9/7).

Belakangan, Dahnil juga memantik isu ‘portal penghalang’ kepulangan Habib Rizieq. Kata dia, portal itu dikendalikan pemerintah.

“Itu portal di tangan pemerintah, Habib itu nggak bisa keluar dari Arab Saudi, tentu itu ada… Kita nggak tahu apa komunikasi pemerintah Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi, itulah yang kita harapkan dibuka pemerintah Indonesia sehingga Habib bisa kembali ke sini, bisa kembali dengan umat, berdakwah,” kata Dahnil kepada wartawan, Selasa (10/7).

Menurut Dahnil, kepulangan Habib Rizieq akan menjadi cara mengubur dendam politik di Pilpres 2019. Soalnya, Rizieq dinilainya sebagai tokoh yang berseberangan dengan pemerintahan Jokowi yang kemudian terpaksa pergi ke Mekah.

“Saya sih berharap, di masa depan, kita bersama-sama mengubur dendam politik, salah satu caranya itu tadi, membuka pintu agar Habib bisa pulang,” kata Dahnil.

Pihak Istana merasa menjadi pihak yang dibebani oleh perkara kepulangan Rizieq. Tanggapan disampaikan oleh Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin. Menurutnya, hal itu tidak logis.

“Yang sekarang kita jadi beban itu kenapa mesti harus Presiden atau pemerintah atau Istana yang harus ditugasi untuk memulangkan Habib Rizieq, di mana, apa logika, konstruksi berpikir kaya apa itu?” kata Ngabalin kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).

Ngabalin lantas menyoroti tindak tanduk Rizieq selama di Saudi. Dia menyinggung perihal ucapan Rizieq kepada Jokowi.

“Menuduh Presiden dengan berbagai macam diksi dan narasi seperti orang itu tidak punya harkat dan martabat, Pak Presiden dan pemerintah. Terus kenapa sekarang pemerintah yang bolak-balik mau disalahkan, bolak-balik diminta memulangkan Habib Rizieq? Di mana logikanya?” tegas Ngabalin.

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap Joko WidodoMa’ruf AminKPKAgus Harimurti YudhoyonoSusilo Bambang YudhoyonoSBYMegawati SoekarnoputriRidwan KamilAnies BaswedanSusi PudjiastutiGanjar PranowoGibran RakabumingIriana JokowiWirantoPolriLowongan KerjaHarga EmasTimnas IndonesiaHabib RizieqMotoGPValentino RossiMarc MarquezPersib BandungPersija Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here