Prabowo
Prabowo terlengkap di kumparan.com

Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 hari ini. Sidang digelar setelah permohonan dari pemohon pasangan capres cawapres nomor urut 02 Prabowo – Sandiaga Unoditerima MK pada 25 Mei 2019 lalu.

“Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang Pemeriksaan Pendahuluan pada Jumat (14/6), pukul 09.00 WIB di Ruang Sidang Pleno Gedung MK dengan agenda pemeriksaan kelengkapan dan kejelasan materi permohonan,” demikian keterangan yang diterima, Jumat (14/6/2019).KPU dalam keputusannya menetapkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai pemenang dalam perolehan suara Pilpres 2019. Jokowi-Ma’ruf menang dengan perolehan suara 85.607.362 atau 55,50%. Sementara Prabowo-Sandiaga mendapat total suara 68.650.239 atau 44,50%.

Dalam gugatan sengketa Pilpres 2019 ini, Prabowo Subianto – Sandiaga mengaku menemukan sejumlah pelanggaran Pilpres 2019 yang sistematis, terstruktur, dan masif meliputi penyalahgunaan APBN dan atau Program Kerja Pemerintah, ketidaknetralan aparatur negara, penyalahgunaan birokrasi dan BUMN, pembatasan kebebasan media dan pers, dan diskriminasi perlakuan, dan penyalahgunaan penegakan hukum.

Disebutkan juga dalam permohonan adanya kekacauan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU dalam kaitannya dengan DPT seperti banyaknya kesalahan input data pada Situng yang mengakibatkan terjadinya ketidaksesuaian data (informasi) dengan data yang terdapat pada C1 yang dipindai KPU sendiri di 34 provinsi.

Adapun Prabowo – Sandiaga menemukan penjumlahan suara sah yang tidak sesuai dengan jumlah DPT/DPTb/DPK dan kesalahan data yang terdapat pada C1. Prabowo Subianto – Sandiaga menilai termohon, dalam hal ini KPU, tidak teliti, memiliki aplikasi sistem perhitungan yang belum sempurna, tidak profesional, serta kejanggalan lainnya yang terdapat pada data C1.

Dalam permohonan, Prabowo Subianto – Sandiaga menyatakan perolehan suara yang berbanding terbalik dengan KPU. Perolehan suara yang diajukan dalam permohonan disebutkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin memperoleh suara 63.573.169 atau 48%. Sementara Prabowo Subianto – Sandiaga mendapat total suara 68.650.239 atau 52%.

Berdasarkan dalil-dalil tersebut, Prabowo-Sandiaga memohon agar MK menyatakan batal dan tidak mengikat terhadap Keputusan KPU Nomor 987/PL.01.08-KPT/06/KPU/V/2019 itu.

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap  Jokowi Prabowo Subiant, Sandiaga Uno, Ma’ruf Amin, Pilpres 2019, harga emas, lowongan kerja, IHSG, tiket pesawat, Bawaslu, Ratna Sarumpaet, SBY, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, KPK, Jusuf Kalla, Wiranto, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, Kemenlu, Kemenhub, Luhut Panjaitan , Susi Pudjiastuti, Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Ayu Ting Ting, Luna Maya, Syahrini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here