Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menggelar rapat pleno mendadak membahas penyampaian visi misi Jokowi – Ma’ruf Amin di beberapa stasiun TV kemarin, Minggu (13/1). Penjelasan soal rapat ini disampaikan anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar ketika dikonfirmasi awak media.

“Nanti kami sampaikan hasil kami ya, mau diplenokan,” ujar Fritz saat dikonfirmasi, Senin (14/1)

Fritz membeberkan rapat pleno dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Hingga saat ini masih berlangsung. Di kesempatan berbeda, Komisioner KPU Wahyu Setiawan juga membenarkan soal rapat tersebut. Wahyu menjelaskan, pihaknya masih mendiskusikan apakah tayangan tersebut termasuk kampanye atau bukan.

“Kita akan bahas itu. Kita belum bisa menyampaikan. Saya terus terang, saya belum nonton tayangannya. Saya kan tentu bisa menjawab kalau saya sudah menyaksikan tayangannya itu kampanye atau bukan,” tutur Wahyu di Kantor KPU, Jakarta Pusat.

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan di Gedung KPU RI, Jakarta, Kamis (30/08/2018). (Foto: Nadia K Putri)

Wahyu menjelaskan bahwa iklan kampanye di media massa akan difasilitasi oleh KPU. Namun sesuai dengan aturan, KPU baru akan memfasilitasi kampanye di media massa 21 hari jelang masa akhir kampanye, atau pada 24 Maret sampai 13 April 2019.

Aturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 274 tentang Pemilu. Selain UU tersebut, aturan mengenai iklan kampanye juga diatur dalam PKPU Nomor 23 Tahun 2018 Pasal 24.

“Iklan kampanye yang berlangsung di KPU itu belum berlangsung. Itu nanti 21 hari (jelang masa akhir kampanye), berbarengan dengan (metode kampanye) rapat umum,” pungkas dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi muncul dalam tayangan “Visi dan Misi Presiden RI 5 Tahun ke Depan”. Acara itu ditayangkan oleh lima stasiun televisi swasta, yakni: Indosiar, Net TV, Jak TV, TV One, SCTV pada Minggu (13/1) malam.

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap seputar bola/sports.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here