Juru bicara tim kampanye nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga, menilai insiden penembakan sejumlah pekerja jalan Trans Papua menjadi bukti sulitnya pembangunan infrastruktur. Sejumlah pekerja tersebut tewas setelah ditembak kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

“Hari ini kita semua disadarkan bahwa ternyata membangun itu tidak gampang, membangun itu tidak mudah, membangun Indonesia itu tidak mudah,” kata Arya di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/12).

“Kita sangat berduka, kita berduka dengan kejadian seperti ini masih ada di Indonesia. Kita tahu bahwa para pekerja ini adalah orang-orang yang memang bekerja membangun Indonesia, membangun Papua,” imbuhnya.

Ia menyesalkan, masih ada pihak-pihak yang kerap mencibir pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi. Padahal, menurut Arya, tantangan membangun infrastruktur itu sangat berat.

Kondisi terkini pembangunan Trans Papua (Foto: dok Humas PUPR)

“Tapi kami yakin Pak Jokowi akan terus berkomitmen membangun Indonesia. Kami yakin Pak Jokowi tidak akan surut ke belakang untuk berhenti membangun,” tagasnya.

Polda Papua sebelumnya mencatat ada 31 pekerja PT Istaka Karya yang tewas setelah ditembak oleh KKSB. Sementara, 15 orang pekerja lainnya saat ini masih tersandera.

“Kebanyakan korban diduga masyarakat Papua. Masyarakat Papua, saudara kita yang ingin membangun Papua,“ ujar Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).

Download dan install aplikasi kumparan dan dapatkan berita terkini Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here