Reuni Akbar 212 pada Minggu (2/12) bukanlah yang terakhir. Koordinator Humas dan Media Persaudaraan Alumni (PA) 212 Habib Novel Bamukmin mengatakan bahwa reuni aksi 212 akan digelar setiap tahun.

“Memang kita ini (reuni akbar 212) akan direncanakan dilaksanakan setiap tahun. Kita sudah rencanakan memang ini wadah sudah ada satu tahun lalu persaudaraan alumni 212. Itu kan wadahnya itu gunanya untuk minimal 1 tahun sekali kita adakan acara ini,” kata Novel saat dihubungi kumparan, Senin (3/12).

Meskipun tuntutan awal yakni penjarakan penista agama sudah terpenuhi, Novel mengatakan, reuni ini merupakan bentuk berkesinambungan dari upaya melawan kriminalisasi terhadap ulama. Menurutnya, saat ini kriminalisasi terhadap ulama semakin banyak terjadi.

“Tujuannya sih, kita melihat itu menjadi rangkaian berkelanjutan. Karena dengan Ahoknya dipejara, tapi ada yang dikorbankan ulama. Makanya 2017 kita bikin lagi. Tujuannya melepaskan kriminalisasi ulama,” ujarnya.

Gambar dari udara suasana Reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

“Ternyata ada penista-penista lainnya karena Ahok ini hukumannya ringan. Tahun ini adalagi banyak,” tambahnya.

Novel mengatakan beberapa di antaranya seperti kasus pembakaran bendera berlafal tauhid. Selain itu ada beberapa tokoh yang disebut oleh Novel menista agama namun tidak ditindak tegas oleh penegak hukum.

“Karena bendera tauhid justru dibakar, momen kita justru mengibarkan 1 juta bendera tauhid. Penista agama meningkat justru pemerintah tontonkan ketidakadilannya. Ada Victor Laiskodat tidak ditangkap, Sukmawati, Ade Armando, malah bertambah. Ada juga Guntur Romli,” ujarnya.

Menurut Novel, siapapun presiden yang terpilih pada pemilu 2019 mendatang, aksi ini akan tetap dilakukan.

“Siapapun presidennya kedepan mau dari kita ataupun mereka kita akan tetap bikin acara ini,” pungkasnya.

Download dan install aplikasi kumparan dan dapatkan berita terkini Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here