bayi
berita bayi terlengkap di kumparan.com

ASI merupakan asupan nutrisi penting bagi bayi baru lahir, yang berisi cairan, vitamin dan semua yang dibutuhkan sang buah hati di hari-hari pertama setelah kelahirannya. Oleh karena itu, Bunda tentu saja perlu mengetahui apa saja tanda anak kekurangan ASI.  Ketika mereka merasa lapar dan diabaikan, tentu saja bisa membuatnya rewel dan lemas.

Di samping itu, kekurangan ASI tentu saja bisa membuat anak dehidrasi yang memicu masalah kesehatan lebih parah. Untuk mencegah hal ini terjadi, waspadai tanda-tanda bayi lapar dan kekurangan ASI berikut ini.

Tanda bayi kekurangan ASI

Berikut ini adalah tanda si buah hati kekurangan ASI yang perlu Bunda ketahui

1. Berat badan menurun

Bila berat badan tidak bertambah setelah berusia 5 hari, atau berat badannya terus menurun, ini adalah salah satu tanda asupan ASI-nya tidak mencukupi. Bunda perlu konsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah ini.

2. Bayi jarang pipis

Salah satu tanda anak kekurangan ASI ialah, bisa dilihat dari banyaknya popok yang ia basahi. Bila dalam waktu 24 jam setelah usia lima hari dia tidak banyak ngompol, Bunda harus waspada. Pastikan agar si kecil tidak kekurangan cairan.

3. Kotoran hanya sedikit dan berwarna gelap

Kotoran yang dikeluarkan berwarna gelap tandanya tubuh bayi kekurangan cairan, biasanya terjadi setelah hari kelima dari tanggal kelahirannya.

4. Urin berwarna gelap

Urin yang berwarna terang dan jernih bermakna mereka mendapatkan cukup asupan ASI, namun bila yang terjadi malah sebaliknya, itu merupakan tanda kekurangan ASI.

5. Lebih rewel dan terlihat lemas

Bayi terlihat lemas karena ia kekurangan asupan nutrisi, hingga dia lebih sering jatuh tertidur. Namun ia juga mudah rewel ketika sedang tidak dipeluk oleh Bunda.

6. Bibir dan mata terlihat kering

Bila bayi tidak mendapat asupan cairan yang cukup dari ASI, mata dan mulutnya akan terlihat kering.

7. Sering menyusu namun masih tidak puas

Mungkin Bunda merasa bingung bila melihat bayi sudah sering menyusu, namun terlihat tidak kenyang ataupun puas dan makin sering menangis.

Ini bisa menandakan, ia tidak cukup mendapat ASI. Penyebabnya bisa karena ASI tidak keluar, suplai ASI yang kurang, atau ada masalah di bayi yang membuatnya tidak bisa menghisap dengan benar.

8. Payudara tidak berubah setelah menyusui

Biasanya, saat payudara terisi penuh dengan ASI, Bunda akan merasakan payudara kencang dan berisi. Dan bila anak telah menghisap ASI sampai habis, payudara akan terasa tidak berat lagi. Namun, bila sehabis menyusui payudara masih terasa berat dan penuh, tandanya si anak tidak tuntas menyusui.

Apa yang terjadi jika bayi kekurangan ASI?

Bayi yang kekurangan ASI, bisa mengalami dehidrasi dan gagal tumbuh kembang. Hal ini merupakan masalah serius yang tidak bisa dianggap sepele.

Bila Bunda melihat tanda anak kekurangan ASI seperti yang disebutkan di atas, segeralah menghubungi dokter, bidan, atau konsultan laktasi. Mereka bisa membantu menganalisa sumber masalahnya, dan memberikan tips untuk kesuksesan proses menyusui bagi Bunda dan buah hati.

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap  JokowiPrabowo Subiant, Sandiaga Uno, Ma’ruf Amin, Pilpres 2019, harga emas, lowongan kerja, tiket pesawat, Bawaslu, Ratna Sarumpaet, SBY, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, KPK, Jusuf Kalla, Wiranto, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, Kemenlu, Kemenhub, Luhut Panjaitan , Susi Pudjiastuti, Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Ayu Ting Ting, Luna Maya, Syahrini, Berita IndonesiaAnakBayiIHSGResep MasakanReview MakananKemenkeuSri MulyaniKemenhubKominfoCPNSPertaminaDolar ASTiket PesawatOJKPNSRupiahIbu HamilASIMPASISusu FormulaLiga SpanyolMahfud MDKivlan ZenWuling

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here