ibu hamil
ibu hamil terlengkap di kumparan.com

Proses kehamilan adalah hal yang sangat istimewa yang dirasakan oleh seorang wanita. Selama mengandung, asupan makanan yang masuk kedalam tubuh ibu hamil otomatis akan ikut serta kedalam tubuh sang bayi. Baik buruknya makanan yang dikonsumsi juga dapat berefek kepada sang anak dalam kandungan.

Maka dari itu wajar bila ibu hamil banyak melakukan pantangan terhadap makan karena memiliki resiko yang cukup tinggi apabila tidak berhati hati. Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, dilansir dari Ndtv.com berikut 6 makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil.

1. Ikan dan seafood

Memang pada dasarnya ikan memiliki kandungan omega 3 dan vitamin yang baik bagi kesehatan, namun ternyata ikan juga mengandung zat merkuri yang membahayakan bayi dalam kandungan. Sebaiknya ibu hamil menghindari mengkonsumsi ikan besar seperti ikan tuna dan marlin. Tuna kaleng bisa menjadi alternatif karena mengandung zat merkuri yang lebih sedikit namun harus tetap dalam batas wajar mengkonsumsi nya. Zat merkuri sendiri berbahaya karena dapat merusak otak dan sistem saraf.

Solusi lain untuk mendapat asupan omega 3 yang baik bagi sang bayi bisa kita dapatkan dari konsumsi udang, ikan nila, dan salmon.

2. Pepaya

Pepaya harus sangat dihindari bagi ibu yang sedang mengandung, karena terdapat zat lateks yang dapat menyebabkan kontraksi pada rahim. Selain itu kandungan papain dan pepsin dalam pepaya juga dapat memberikan efek buruk yaitu membatasi pertumbuhan pada janin.

3. Nanas

Nanas dapat memberikan efek panas pada tubuh sehingga dapat menyebabkan kelahiran secara prematur. Kandungan senyawa bromelain juga dapat melunakan serviks yang menyebabkan kegagalan saat proses persalinan bahkan keguguran.

4. Olahan tepung terigu dan makanan kemasan

Makanan olahan berbahan dasar tepung seperti roti, pizza, mie, pasta, dan kue kering sebaiknya kita hindari selama proses kehamilan. Selain itu produk makanan kemasan seperti acar dan saus juga harus dihindari karena olahan tepung dan juga makanan kemasan mengandung pengawet dan bahan kimia yang dapat mengganggu dan menghambat pertumbuhan bayi selama dalam kandungan.

5. Biji wijen

Biji wijen dapat menstimulasi otot rahim sehingga menyebabkan kegagalan pada telur yang telah dibuahi. Bahkan pada zaman dahulu biji wijen dijadikan penggugur kandungan atau aborsi.

6. Susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi

Susu memang sangat baik bagi tumbuh kembang bayi selama berada didalam perut, namun susu yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung mikroba yang bisa menghampat perkembangan pada sang bayi. Untuk mencegahnya ibu hamil disarankan untuk memanaskan susu sebelum diminum agar dapat membunuh kuman dan bakteri yang ada.

Tumbuh kembang bayi dalam kandungan sangat bergantung kepada sang ibu, maka dari itu sebagai perempuan, harus pintar memilih dan memilah demi kesehatan sang anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap  JokowiPrabowo Subiant, Sandiaga Uno, Ma’ruf Amin, Pilpres 2019, harga emas, lowongan kerja, tiket pesawat, Bawaslu, Ratna Sarumpaet, SBY, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, KPK, Jusuf Kalla, Wiranto, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, Kemenlu, Kemenhub, Luhut Panjaitan , Susi Pudjiastuti, Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Ayu Ting Ting, Luna Maya, Syahrini, Berita IndonesiaAnakBayiIHSGResep MasakanReview MakananKemenkeuSri MulyaniKemenhubKominfoCPNSPertaminaDolar ASTiket PesawatOJKPNSRupiahIbu HamilASIMPASISusu FormulaLiga SpanyolMahfud MDKivlan ZenWuling

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here