bayi
info bayi terlengkap di kumparan.com

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi di bidang kesehatan pun semakin mengalami kemajuan. Muncul alternatif-alternatif yang bisa dipilih untuk menghadapi masalah kesehatan yang dimiliki. Bayi tabung salah satunya. Bahkan ada beberapa figur publik ternama yang juga menjalankan program bayi tabung, seperti: Inul Daratista, Sissy Prescillia dan Rifat Sungkar, Cynthia Lamusu dan Surya Saputra, Ratu Felisha, Lula Kamal, Tina Talisa serta April Jasmine (istri dari Ustaz Solmed).

Menurut Ivan Sini SpOG dari Morula IVF Indonesia, di Indonesia sudah ada 3.068 bayi yang dilahirkan dari tabung. Dan baru-baru ini artis Bella Shofie berhasil melahirkan putra pertamanya melalui program ini.

Meski begitu, program bayi tabung tidak selalu berhasil dan tidak bisa sembarangan dilakukan oleh semua orang. Untuk mengetahuinya, berikut ini hal-hal penting yang harus kamu ketahui sebelum menjalankannya.

1. Perkembangan IVF

Pada mulanya IVF dibuat dan dikembangkan dalam rangka membantu para wanita yang memiliki masalah dengan saluran tuba (saluran sel telur). Namun kini IVF digunakan lebih luas lagi untuk berbagai macam masalah kesuburan.

2. IVF harus diawali dengan edukasi oleh dokter

Bila berencana mengikuti program bayi tabung, prosedur diawali dengan edukasi oleh dokter terhadap pasangan suami-istri. Dokter akan menjelaskan tentang langkah-langkah, keuntungan, kerugian, dan risiko yang akan dihadapi dalam menjalankan program ini, sebagai bahan pertimbanganmu dan pasangan. Selama menjalankannya, pasien juga harus aktif berdiskusi dengan dokter.

3. Proses stimulasi indung telur (ovarium)

Selanjutnya, ovarium akan dirangsang dengan obat-obatan penyubur untuk mendorong produksi beberapa sel telur dalam satu waktu. Umumnya ditargetkan untuk terbentuk dua sel telur dengan ukuran yang sesuai.

4. Pembuahan sel telur oleh sel sperma

Setelah terbentuk sel telur yang sesuai, sel telur akan diambil dari ovarium dan dibuahi oleh sel sperma. Pembuahan ini terjadi di laboratorium. Umumnya, sel telur yang terbuahi sebanyak 50 persen.

5. Injeksi ke dalam rahim

Setelah terjadi pembuahan, embrio (sel telur yang sudah dibuahi) akan diinjeksikan ke dalam rahim wanita. Jumlah embrio yang ditransfer bervariasi, tergantung usia, riwayat kehamilan, dan kualitas embrio yang ada.

6. Tingkat keberhasilan IVF

Umumnya, tingkat keberhasilan bagi wanita di bawah 35 tahun sebesar 30-35 persen, wanita 35-37 tahun sebesar 25 persen, wanita 38-40 tahun sebesar 15-20 persen, sedangkan wanita di atas 40 tahun hanya 6-10 persen.

7. Siapa saja yang dapat menjalankan program ini?

IVF bisa dijalankan oleh pasangan suami-istri dengan kondisi:

  • saluran sel telur (tuba falopi) wanita terblokir,
  • pria dengan masalah infertilitas berat (contohnya jumlah atau pergerakan sperma rendah),
  • usia yang lebih tua,
  • segala kasus infertilitas lainnya yang gagal dengan pengobatan sebelumnya.

8. Efek samping IVF

Efek samping mungkin terjadi karena injeksi obat-obatan kesuburan. Beberapa efek sampingnya adalah memar ringan dan nyeri di tempat suntikan, mual dan kadang-kadang muntah, reaksi alergi sementara (kulit memerah atau gatal di tempat suntikan), nyeri payudara dan keputihan, perubahan suasana hati dan kelelahan, sindrom hiperstimulasi ovarian (OHSS).

Biasanya gejala akan hilang secara alami dalam beberapa hari setelah sel telur berhasil dikumpulkan. Namun pada kasus yang parah, OHSS dapat juga menyebabkan pembesaran ovarium, dehidrasi, kesulitan bernapas dan sakit perut parah.

9. Pantangan yang harus dijalani

Memutuskan untuk menjalani program IVF berarti harus pula menghadapi pantangan sejak sebelum hingga selama proses tersebut. Beberapa pantangannya adalah:

  • menghindari rokok dan minuman beralkohol minimal tiga bulan sebelum memulai prosedur,
  • menghindari obat-obatan, termasuk suplemen herbal, karena dapat mengganggu terapi (sebaiknya memberitahu dokter tentang obat dan suplemen yang dikonsumsi),
  • menghindari olahraga berat atau berlebihan,
  • bagi pria, menghindari panas langsung terhadap area kemaluan.

Itu tadi hal-hal penting yang harus kamu ketahui sebelum memutuskan untuk menjalankan program bayi tabung. Prosedur-prosedur yang harus dijalani juga tergantung dari kondisi individual masing-masing. Yang terpenting, berdiskusilah secara aktif dengan dokter.

berita terkini dan terlengkap  JokowiPrabowo Subiant, Sandiaga Uno, Ma’ruf Amin, Pilpres 2019, harga emas, lowongan kerja, tiket pesawat, Bawaslu, Ratna Sarumpaet, SBY, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, KPK, Jusuf Kalla, Wiranto, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, Kemenlu, Kemenhub, Luhut Panjaitan , Susi Pudjiastuti, Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Ayu Ting Ting, Luna Maya, Syahrini, Berita IndonesiaAnak, Bayi, IHSGResep MasakanReview MakananKemenkeuSri MulyaniKemenhubKominfoCPNSPertaminaDolar ASTiket PesawatOJKPNSRupiahIbu HamilASIMPASISusu FormulaLiga SpanyolMahfud MDKivlan ZenWuling

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here