ASI
ASI terlengkap di kumparan.com

Ada banyak hal yang menjadi penyebab ASI sedikit. Semua ibu menyusui wajib tahu, agar tidak menyalahkan diri sendiri dan bisa mencari cara terbaik untuk memperbanyak air susu ibu.

Berikut ini adalah penyebab ASI sedikit yang harus Bunda ketahui.

1. Laktasi yang tertunda

Tidak semua ibu bisa langsung menyusui ketika bayinya lahir. Beberapa ibu harus menunggu beberapa hari hingga air susu bisa keluar. Itupun seringkali hanya sedikit. Dalam dunia medis, hal ini disebut laktasi yang tertunda.

Laktasi yang tertunda adalah salah satu penyebab air susu sedikit yang sering terjadi. Namun, keterlambatan ini bukan berarti air susu akan selalu sedikit atau tidak memproduksi ASI sama sekali.

Seringkali, karena ASI tidak langsung keluar, ibu menjadi khawatir hingga akhirnya stres. Stres inilah yang kemudian menghambat air susu keluar. Itu sebabnya, sebaiknya Bunda jangan cemas berlebihan. Mintalah bantuan konsultan laktasi jika perlu. Serta konsumsi makanan yang bisa memperbanyak produksi ASI.

2. Penyebab ASI sedikit karena dibarengi dengan susu formula

Seringkali, akibat ASI yang lama keluar akhirnya Bunda memilih memberikan susu formula. Inilah yang akhirnya menyebabkan air susu menjadi sedikit, karena banyaknyaair susu yang keluar, bergantung dari seberapa sering bayi menyusui.

Pada beberapa kondisi, bayi membutuhkan tambahan susu formula, seperti bayi kuning atau air susu yang keluar sangat terlambat. Bila ini terjadi, Bunda bisa mencoba memompa air susu untuk memperbanyak produksinya.

3. Bayi kesulitan menyusu

Terkadang, meskipun bayi terlihat sedang menyusu, bisa jadi ia tidak minum air susu sama sekali. Hal ini terjadi ketika menyusu, bayi tertidur. Atau, dia tidak menyedot air susu karena beberapa hal, seperti rasa air susu berubah, atau bayi mengalami tongue tied.

Bunda bisa mengetahui hal ini dari suara saat bayi menelan. Lihat pipinya, apakah dia melakukan gerakan menyedot atau tidak. Bunda juga harus rajin memeriksa popok bayi. Bila kering dalam waktu lama kemungkinan, asupan ASI-nya kurang.

Bayi yang tidak minum air susu ibu akibat kesulitan menyusu akan memengaruhi produksi susu sehingga menjadi sedikit.

4. Pelekatan yang tidak sempurna

Pelekatan yang tidak sempurna membuat bayi tidak bisa menyusu dengan baik. Cobalah berbagai posisi menyusui yang berbeda untuk membantu bayi melekat di payudara ibu dengan sempurna. Bunda juga bisa meminta bantuan bidan atau konsultan laktasi.

Bunda juga bisa mencoba melekatkan payudara selagi bayi tidur. Cara ini akan membuat bayi melakukan gerakan menyedot walaupun sedang tidur. Selain melatih bayi, hal ini juga bisa meningkatkan produksi air susu.

5. Bentuk puting yang tidak biasa

Salah satu penyebab air susu sedikit adalah anatomi payudara Bunda yang tidak biasa. Seperti puting terbalik, puting rata atau malah puting yang besar dan panjang. Kondisi-kondisi tersebut bisa menjadi penyebab bayi kesulitan melakukan pelekatan sempurna saat menyusu.

6. Kelenjar ASI yang tidak mencukupi

Insufficient glandular tissue (IGT) atau kondisi kelenjar air susu yang kurang, bisa menjadi penyebab air susu sedikit. Hal ini akan membuat Bunda kesulitan menghasilkan air susu yang banyak, meskipun sudah mencoba berbagai metode untuk memperbanyak air susu.

IGT bisa terjadi karena pelekatan yang gagal, payudara terlalu kecil atau terlalu besar. Pengaruh hormon atau payudara yang tidak berkembang setelah masa puber juga dapat menjadi penyebabnya.

7. Operasi payudara

Bila Bunda sebelumnya pernah melakukan operasi di daerah payudara, kemungkinan besar ada jaringan kelenjar yang rusak. Kondisi ini bisa mengakibatkan tubuh Bunda kesulitan memproduksi air susu dalam jumlah banyak.

Kondisi kesehatan lain seperti infeksi, peradangan atau memar di area payudara juga bisa menyebabkan produksi ASI terhambat. Konsultasikan ke dokter untuk untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

8. Gangguan hormon

Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh kondisi hormon prolaktin yang dihasilkan tubuh ibu saat hamil dan setelah bayi lahir. Bila sebelumnya Bunda pernah mengalami masalah hormon, atau butuh perawatan kesuburan agar bisa hamil, kemungkinan besar Bunda akan mengalami masalah air susu sedikit.

9. Konsumsi obat tertentu

Obat-obatan hormonal seperti pil KB dan suntik KB bisa memengaruhi produksi ASI saat ibu masih menyusui. Termasuk penggunaan IUD juga bisa menurunkan produksi ASI. Selain itu, kondisi zat besi yang kurang dan hipertensi selama kehamilan juga menurunkan kuantitas ASI.

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap  JokowiPrabowo Subiant, Sandiaga Uno, Ma’ruf Amin, Pilpres 2019, harga emas, lowongan kerja, tiket pesawat, Bawaslu, Ratna Sarumpaet, SBY, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, KPK, Jusuf Kalla, Wiranto, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, Kemenlu, Kemenhub, Luhut Panjaitan , Susi Pudjiastuti, Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Ayu Ting Ting, Luna Maya, Syahrini, Berita IndonesiaAnakBayiIHSGResep MasakanReview MakananKemenkeuSri MulyaniKemenhubKominfoCPNSPertaminaDolar ASTiket PesawatOJKPNSRupiahIbu HamilASIMPASISusu FormulaLiga SpanyolMahfud MDKivlan ZenWuling

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here