Timnas Indonesia terlengkap di kumparan.com
Timnas Indonesia terlengkap di kumparan.com

Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, tak menampik peluang di masa mendatang untuk mencoba memainkan para pemain muda di laga resmi. Dalam beberapa tahun terakhir, skuad muda Indonesia justru menjadi kebanggaan tersendiri.

Selepas era Evan Dimas dan kawan-kawan yang menggondol gelar AFF U-19 2013 lalu, Indra Sjafri yang tetap naik kelas menjadi juru taktik Timnas Indonesia U-23 berhasil melanjutkan regenerasi. Witan Sulaiman menjadi salah satu nama yang menghiasi skuadnya saat merengkuh gelar Piala AFF U-22 di awal tahun ini.

Di level yang lebih junior, Timnas Indonesia U-16 arahan Fakhri Husaini juga menorehkan prestasi serupa di level regional Asia Tenggara. Beberapa nama melejit seiring kesuksesan mereka yang juga mampu menembus kperempat-final Piala Asia U-16 2018 seperti Bagus Kahfi dan M. Supriadi.

“Pemain seperti Bagus Kahfi berhasil membuktikan diri di level seusianya. Jika dia bisa terus berkembang, dia bisa menjadi calon penyerang masa depan bagi Indonesia. Tetapi terkadang sulit untuk pemain muda terutama penyerang (mendapatkan tempat di tim senior) karena didominasi oleh pemain asing. Masalah yang terus kami cari jalan keluarnya,” ungkapnya.

Tetapi dengan tuntutan suporter yang terus menginginkan kemenangan di setiap laga, pria asal Skotlandia tersebut mengaku akan sulit menyisipkan sejumlah pemain muda untuk saat ini. Terlebih mereka dihadapkan dengan masa persiapan yang mepet jelang kualifikasi Piala Dunia yang akan dimulai, September nanti.

“Itu bukan apakah mereka bisa dapat kesempatan atau tidak, masalahnya terbukti lawan Yordania, kami tetap harus menang. Kadang ketika memainkan pemain muda, kamu tidak bisa menggaransi kemenangan, tetapi kamu dapat menggaransi perkembangan,” imbuh McMenemy.

“Kadang kami tidak senang dengan itu, jadi sangat berat untuk menyeimbangkan dengan baik. Perkembangan dan kemenangan adalah hal berbeda dan tidak banyak tim bisa melakukan itu. Perkembangan bagus tetapi terkadang hasil sedikit goyah, karena kami harus melakukan kesalahan untuk belajar. Jika kami tidak melakukan kesalahan kami tidak belajar,” tambahnya.

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap Joko WidodoMa’ruf AminKPKAgus Harimurti YudhoyonoSusilo Bambang YudhoyonoSBYMegawati SoekarnoputriRidwan KamilAnies BaswedanSusi PudjiastutiGanjar PranowoGibran RakabumingIriana JokowiWirantoPolriLowongan KerjaHarga EmasTimnas IndonesiaHabib RizieqMotoGPValentino RossiMarc MarquezPersib BandungPersija Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here