sriwijaya air
sriwijaya air
Pasca pemutusan kerja sama antara Sriwijaya Air Group dan Garuda Indonesia, Sriwijaya Air langsung memutuskan untuk mengangkat direksi baru. 
Pengangkatan direksi baru Sriwijaya Air tersebut, dilakukan Hendry Lie yang mengatasnamakan pemegang saham. Hendry Lie adalah saudara dari Chandra Lie yang menjadi pendiri Sriwijaya Air pada 2003.
Sebelum Sriwijaya Air dibelit masalah keuangan dan menjalin kerja sama dengan Garuda Indonesia.
Adapun jajaran direksi baru Sriwijaya Air yang diangkat Hendry Lie, yakni Direktur Utama dijabat oleh Jefferson Irwin Jauwena. Pengangkatan berdasarkan surat bernomor 088/SK-PS/XI/2019 tertanggal 6 November 2019.
Direktur Teknik dijabat Dwi Iswantoro berdasarkan surat bernomor 089/SK-PS/XI/2019 tertanggal 6 November 2019. Sedangkan Direktur Operasional dijabat Didi Iswandy berdasarkan surat bernomor 090/SK-PS/XI/2019 tertanggal 6 November 2019.

Konfirmasi ke Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia, soal pengangkatan ketiga direksi itu belum mendapat respons. Tapi Vice President Corporate Secretary Sriwijaya Air, Retri Maya, membenarkan hal itu.
“Iya,” katanya, Jumat (8/11). Tapi dia tidak menjawab pertanyaan lain, terkait perombakan direksi ini.
Sebelum ini, pemegang saham Sriwijaya Air juga merombak susunan direksi. Pada September 2019, mereka memberhentikan sementara Joseph Adriaan Saul dari posisi dirut, Harkandri M. Dahler dari posisi direktur SDM dan pelayanan, dan Joseph Tendean dari posisi direktur komersial.
Kemudian, menunjuk Anthony Raimond Tampubolon sebagai pelaksana tugas (Plt) atas ketiga jabatan tersebut. Namun, untuk melaksanakan tugas harian Direktur Utama ditunjuk Robert D. Waloni. Selanjutnya, jabatan Plt Dirut diemban Jefferson I Jauwena.
Keputusan tersebut dipersoalkan Garuda Indonesia Group, karena tak dilibatkan dalam perombakan direksi. Padahal saat itu, Sriwijaya Air dan Garuda masih terikat kerja sama manajemen (KSM).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here